Diagnosis Kanker Tenggorokan
Kanker laring, diagnosa, Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Tingkat mordibitas kanker laring di antara semua jenis kanker adalah 1%-5%. Di departemen THT, kanker laring menempati peringkat ketiga setelah kasus kanker nasofaring dan kanker sinus. Jenis kanker ini banyak terjadi di kalangan pria dengan usia 50-70 tahun. Lalu, apa saja cara yang dapat mendiagnosa kanker laring?

  1. Pemeriksaan klinis

  Biasanya, dokter akan mengamati ada tidaknya kejanggalan di bagian leher dan tenggorokan, ada atau tidaknya pembengkakan jaringan lunak dan deformasi pada tulang rawan tiroid. Pemeriksaan leher: ① Ada tidaknya pembengkakan di bagian laring, ada tidaknya rasa nyeri, suara gesekan pita suara menghilang (saat tulang rawan tiroid digerakkan ke kiri dan kanan dan gesekan antara tulang belakang leher). ② Ada tidaknya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar trakea atau leher, mendeteksi ukuran, jumlah, tekstur, ruang gerak tumor dan sebagainya. Metastase utama kanker laring biasanya pada bagian kelenjar getah bening di trakea. (3) Ada tidaknya serangan ke bagian jaringan subkutan, otot, dan tiroid.

  2. Laringoskopi

  Pemeriksaan ini adalah metode yang paling umum dan mudah digunakan. Bagi yang kurang puas dengan hasil pemeriksaannya atau sulit diambil jaringannya, dapat menggunakan metode laringoskopi untuk memahami invasi tumor laring lebih lanjut, serta melakukan patologi terhadap jaringan lesi yang mencurigakan.

  3. Pencitraan Medis

  (1) X-ray : ①Lateral, mengamati letak tumor, jangkauan invasi kondisi saluran pernafasan, ada tidaknya kerusakan pada tulang rawan tidorid; ada tidaknya penebalan di jaringan lunak prevertebral dan lain-lain. Terlebih di bagian hipofaring, laring epiglottis, lesi subglottic, untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. ②Postero-anterior, menggunakan tingkat kulit anterior 1cm, 1.5cm, 2cm dan 2.5cm. Membedakan gambaran pada saat bernapas tenang, berhenti bernapas, bersuara tinggi, bersuara rendah dan lain-lain. Dapat menampilkan lipatan epiglotis, pyriform, vestibulum laring, pita suara palsu, ruang laring, pita suara, subglottic dan lainnya. Kadang-kadang juga dapat menampilkan ada atau tidaknya kerusakan pada tulang rawan tiroid.

  (2) CT-scan dan MRI : Jika pemeriksaan X-ray dan laringoskipi dirasa belum cukup, pasien dapat menjalani metode pemeriksaan ini. Metode ini dapat menampilkan berbagai struktur bagian laring, dapat mengamati kerusakan di bagian tulang rawan tiroid dan invasi jaringan kanker ke bagian dalam laring.

  Ahli onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, bahwa ada banyak cara pendiagnosaan kanker laring. Tingkat keefektifan hasil pengobatan pasien yang didiagnosa stadium awal jauh lebih tinggi dibandingkan pasien dengan stadium lanjut. Oleh karena itu, jika anda menemukan gejala-gejala serupa, segeralah menjalani pendiagnosaan dan pengobatan.

Cari

untuk