Diagnosis Kanker Pankreas
Kanker pankreas, diagnosa, Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Karena gejala awalnya yang tergolong umum, sehingga mudah diabaikan dan disalah artikan sebagai penyakit lain, kanker pankreas juga disebut sebagai “raja kanker”. Seperti yang kita ketahui, kanker pankreas merupakan jenis kanker dengan tingkat kematian yang tinggi. Sebagian besar pasiennya sudah memasuki stadium lanjut saat terdiagnosa. Penyakit ini juga merupakan salah satu kanker langka yang rumit. Tetapi ahli onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, jika dapat terdeteksi dan diobati sejak dini, hasil pengobatan akan lebih efektif. Lalu, apa saja cara pendiagnosaan kanker pankreas?

  1. CT-Scan

  Pendiagnosaan kanker pankreas dengan CT-Scan memiliki tingkat keakuratan hingga 98%. Jenis pemeriksaan ini dapat menunjukkan hubungan antara letak dan ukuran kanker dengan pembuluh darah sekitarnya. Jika diperiksa lebih lanjut, dapat diketahui tingkat ketebalan lesi yang tidak teratur, dapat digunakan sebagai pendiagnosaan metode operasi dan prognosis. Saat ini, CT-Scan telah menjadi metode utama dalam pendiagnosaan kanker pankreas.

  2. USG

  USG merupakan metode umum dalam pemeriksaan dan pendiagnosaan kanker pankreas. Dalam proses seleksinya, jika ditemukan ketebalan pada kepala pankreas yang lebih dari 30mm dan lebih dari 25mm pada tubuh pankreas, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut. USG memiliki keakuratan tingkat positif hingga 80% pada kanker pankreas yang berukuran sekitar 3cm. Tetapi, bidang pandang USG tergolong kecil, rentan terhadap pengaruh dari perut, gas dalam usus dan bentuk tubuh; selain itu, tingkat kemampuan dan pandangan dokter juga dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan ini, masih ada faktor subjektivitas.

  3. MRI dan MRCP

  Saat ini masih belum menjadi metode utama dalam pendiagnosaan kanker pankreas. Tetapi saat pasien alergi terhadap agen kontras CT scan, pasien dapat melakukan MRI sebagai pengganti CT scan; selain itu, saat beberapa lesi sulit dipastikan, setelah melakukan CT scan, pasien sebaiknya menjalani MRI untuk pemeriksaan lebih lanjut. MRCP memiliki keunggulan dalam menentukan ada tidaknya obstruksi pada saluran empedu, letak dan penyebabnya. Dan jika dibandingkan dengan pemeriksaan ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography), PTC (percutaneous transhepatik cholangiography) dan lain-lain, metode ini jauh lebih aman.

  4. Tumor marker

  20%-30% pasien kanker pankreas memiliki gen K-ras yang mengalami perubahan pada cairan pankreasnya. Oleh karena itu, melalui pemeriksaan ERCP akan didapat cairan pankreas, dan diteliti gen K-ras di dalamnya. Cara ini membantu dalam pendiagnosaan kanker pankreas, tetapi memiliki risiko salah diagnosa yang tinggi. Jika pada saat bersamaan juga dilakukan pengukuran terhadap p16, p53 atau keaktifan telomerase, ini dapat meningkatkan kesensitifan dan spesifikasi dari pendiagnosaan. Oleh karena itu, tumor marker juga merupakan salah satu metode yang efektif dalam pendiagnosaan kanker pankreas.

  Ahli onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau, saat ini metode pendiagnosaan kanker pankreas sangat banyak. Jika anda menemukan gejala-gejala yang mencurigakan, segeralah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, untuk mencegah penyakit semakin perkembang.

Cari

untuk