Diagnosis Kanker Nasofaring

kanker nasofaring,Diagnosis kanker nasofaring

Diagnosa kanker nasofaring

Pharyngorhinoscopy : merupakan metode pemeriksaan yang mudah, nyaman, dan efektif.

Nasopharyngeal Fiberscope (NPF) : merupakan salah satu metode pemeriksaan bagi pasien yang menderita penyakit pada bagian nasofaring, memantau kondisi nasofaring secara lebih baik. Terlebih mampu mengimbangi blind spot dari pharyngorhinoscopy. Serta dapat memperjelas pemantauan untuk lesi yang kecil atau bahkan tersembunyi, memahami jangkauan penyebaran, dapat juga menolong penderita kanker nasofaring yang mengalami pendarahan, pengobatan untuk menghentikan pendarahan atau mengatasi lesi kecil pada nasofaring.

Biopsi nasofaring : merupakan metode tepat untuk mendiagnosa kanker nasofarin. Setelah melakukan nasopharyngoscopy, bagi lesi atau benjolan yang diragukan, seharusnya dilakukan biopsi, untuk memperjelas diagnosa.

X-ray : Ditujukan untuk mengetahui jangkauan tumor dan kerusakan yang terjadi pada tengkorak, dapat menentukan stadium dari kanker nasofaring yang diderita, menjadi patokan dalam memilih metode pengobatan yang akan dilakukan, mencegah evaluasi prognosis.

CT-scan : merupakan metode pemeriksaan untuk kanker nasofaring yang cukup penting. Dapat mengetahui dengan jelas ukuran tumor, letak, penyebarannya, dll.

MRI : Dapat mendeteksi lesi yang lebih kecil, dapat dengan jelas mengetahui ukuran tumor, letak, jangkauan dan tingkat penyebarannya, dapat dengan jelas membedakan antara jaringan tumor dan jaringan linfoa, serta dapat mengevaluasi prognosis karsinoma nasofaring.

Serologi EBV (Epstein-Barr Virus) : menggunakan metode PCR untuk memeriksa DNA EBV yang terdapat dalam plasma darah, dapat digunakan untuk mendiagnosa kanker nasofaring dan prognosisnya.

Pemeriksaan Pap Smear Sitologi : Walaupun keakuratan hasil pap smear bisa mencapai 90%, tapi lebih sulit menentukan tipe patologisnya secara akurat, oleh karena itu tidak sering digunakan dalam diagnosis karsinoma nasofaring

Cari

untuk